Bisnis properti hidup dari dua hal yang paling gampang hilang: daftar orang yang pernah tertarik, dan tanggal berakhirnya perjanjian. Keduanya biasanya tersimpan di HP masing-masing agen dan di lemari berkas kantor. NOWORX memindahkannya ke satu tempat — papan prospek, arsip perjanjian dengan tanggal pentingnya, tagihan sewa, dan laporan berkala untuk pemilik unit.
Prospek datang dari papan di depan unit, iklan daring, dan rujukan kenalan, lalu disimpan masing-masing agen di ponselnya sendiri. Ketika agen itu pindah kerja, daftarnya ikut pergi dan tidak ada yang bisa menelusuri sudah sampai mana pembicaraannya.
Tanggal berakhir perjanjian diingat manual atau ditulis di kalender dinding. Pembicaraan perpanjangan baru dimulai ketika tersisa dua minggu, saat penyewa sudah punya pilihan lain dan posisi tawar Anda tinggal tipis.
Berkas fisik disimpan di kantor sementara foto halaman tertentu berpindah-pindah di percakapan. Saat terjadi selisih paham atau pemilik meminta salinan, tidak ada yang benar-benar yakin mana versi terakhir yang ditandatangani.
Ada transaksi yang dikerjakan sendiri, ada kerja sama dengan agen kantor lain, ada mitra lepas dengan kesepakatan berbeda. Perhitungannya disusun ulang setiap kali dan mudah berujung salah paham di akhir bulan.
Untuk unit yang dikelola, tagihan bulanan, uang jaminan, dan biaya perbaikan masuk ke satu buku kas yang sama. Menjawab pertanyaan pemilik tentang hasil satu unit selama setahun berarti menghitung ulang dari awal.
Ketuk nama aplikasi di tiap langkah untuk melihat detailnya.
Setiap calon pembeli atau penyewa masuk ke satu papan tahapan — baru masuk, sudah dihubungi, sudah lihat unit, mengajukan penawaran — sehingga tidak ada yang berhenti tanpa alasan yang jelas. Jadwal kunjungan tersusun di kalender bersama, dan riwayat pembicaraan menempel pada kontaknya, bukan pada HP agen.
Penawaran harga dan rincian biaya dibuat dari format yang sama untuk semua agen, sehingga tidak muncul versi yang saling berbeda di tangan klien. Diskon atau syarat khusus disetujui pemilik kantor sebelum keluar, dan dokumen final langsung masuk ke arsip perjanjian.
Tiap perjanjian tersimpan beserta tanggal mulai, berakhir, dan titik penting di antaranya. Menjelang jatuh tempo, hal itu muncul sebagai tugas dengan penanggung jawab yang jelas, dan agen bagian pengelolaan merangkum kontrak mana yang perlu disentuh pekan ini dalam ringkasan pagi.
Tagihan berkala disusun dari data perjanjian yang sama dan penerimaannya tercatat per unit. Biaya perbaikan, perawatan, dan pengeluaran lain juga menempel pada unitnya, sehingga tunggakan maupun lonjakan biaya yang tidak wajar terlihat lebih awal.
Daftar unit, inventaris di dalamnya, dan riwayat penghuni tersimpan sebagai catatan aset. Dari data yang sudah ada, laporan berkala untuk pemilik — hunian, penerimaan, pengeluaran, pekerjaan yang sedang berjalan — bisa disusun tanpa mengetik ulang, termasuk dalam bentuk presentasi untuk pertemuan.
Mereka bisa diberi akses terbatas hanya pada prospek dan unit yang menjadi tanggung jawabnya, tanpa melihat data kantor lain. Ketika kerja samanya berakhir, aksesnya ditutup sementara riwayat pembicaraan tetap tinggal sebagai data kantor.
Tidak perlu memindai semuanya sekaligus. Biasanya yang dimasukkan lebih dulu adalah perjanjian yang masih berjalan beserta tanggal berakhirnya, karena di situlah risiko terlewatnya paling mahal. Berkas lama menyusul saat ada waktu.
Struktur bagi hasilnya Anda yang tentukan. Perhitungannya dikerjakan di atas data transaksi yang sama, jadi tidak ada lagi menyalin angka dari percakapan. Yang berubah adalah sumbernya menjadi tunggal, bukan rumus yang selama ini Anda pakai.
Justru bagian pengelolaan yang paling banyak dipakai: perjanjian dan jatuh tempo, tagihan bulanan, permintaan perbaikan dari penghuni, serta laporan ke pemilik. Bagian pipeline penjualan bisa tidak diaktifkan sama sekali.
Tidak. Ia menyiapkan bahannya — prospek yang sudah lama tidak disentuh, kontrak yang mendekati jatuh tempo, unit yang terlalu lama kosong — lalu orang Anda yang memutuskan siapa dihubungi dan dengan kalimat seperti apa.
Akses diatur per bagian dan per peran, dan datanya melekat pada organisasi, bukan pada perangkat pribadi. Ketika ada pergantian orang, riwayat klien tidak ikut berpindah keluar kantor.